Minggu, 30 Juni 2013

Fortifikasi Asam Folat pada Suplemen Makanan Menurunkan Kecenderungan Insidens Kanker pada Anak

Peneliti dari Universitas Minessota di Amerika Serikat, mengadakan suatu studi epidemiologi mengenai manfaat dari fortifikasi (penambahan) asam folat dalam mencegah terjadinya beberapa kanker pada anak, dan hasilnya menunjukkan bahwa fortifikasi tersebut cukup bermanfaat, sebagaimana yang dipublikasi pada jurnal Pediatrics, secara online pada edisi Mei 2012 lalu.

Dalam studi tersebut, peneliti bertujuan mengetahui hubungan antara suplementasi asam folat sebelum kelahiran (prenatal) dalam hal mengurangi risiko terhadap kejadian kanker pada masa kanak-kanak; walaupun evaluasi sistematik berdasarkan trend insidensi kanker pada populasi anak yang mendapatkan fortifikasi asam folat dalam produk gandum di Amerika Serikat dalam kurun waktu 1996 – 1998 belum dilaporkan, dan karena penelitian insidensi ini perlu dalam mengetahui kecendrungan insidensi kanker anak dengan fortifikasi asam folat di Amerika Serikat.

Metode dengan menggunakan surveillance, epidemiologi, dan data program hasil akhir (1986–2008), para peneliti mengkalkulasi rasio rate insidensi dan 95% CI (confidence intervals) untuk membandingkan sebelum dan sesudah terhadap rate insidensi kanker pada anak yang berusia 0 - 4 tahun. Kecendrungan insidensi juga dievaluasi dengan menggunakan model joinpoint dan loess regression.

Hasil data yang berasal dari 1986 sampai 2008, sebanyak 8829 anak pada usia 0 sampai 4 tahun didiagnosa keganasan yang meliputi masing-masing 3790 anak dan 3299 anak selama periode sebelum dan sesudah fortifikasi. Rate insidensi sebelum dan sesudah fortifikasi hampir serupa untuk seluruh kanker yang dikombinasi dan untuk tipe kanker spesifik. Rate Wilms tumor (WT), primitive neuroectodermal tumor (PNET), dan ependymoma secara bermakna lebih rendah sesudah fortifikasi. Dengan model regresi Joinpoint mendeteksi kenaikan insidensi WT dari tahun 1986 sampai 1997 dan selanjutnya menurun jumlahnya dari 1997 sampai 2008, dan peningkatan insidensi PNET dari 1986 sampai 1993 diikuti penurunan secara tajam dari 1993 sampai tahun 2008. Pada model Loess curves mengindikasi pola serupa.

Kesimpulan dari hasil-hasil ini memberikan dukungan bahwa fortifikasi asam folat menurunkan insidensi dari tumor Wilms dan juga tumor neuroektodermal primitif walaupun , tidak untuk semua kanker lainnya, setelah fortifikasi dari asam folat di Amerika Serikat. (IWA)

Referensi :Linabery AM, Johnson KJ, Ross JA. Childhood Cancer Incidence Trends in Association With US Folic Acid Fortification (1986–2008). Pediatrics Vol. 129 No. 6 June 1, 2012 pp. 1125 -1133 (doi: 10.1542/peds.2011-3418)



CONTOH SKRIPSI INFORMATIKA :
Anda dapat mendapatkan refrensi contoh program aplikasi skripsi informatika dan tesis ilmu komputer di http://www.bunafitkomputer.com, semoga bermanfaat.     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar