Kamis, 27 Juni 2013

Makanan bagi Ibu Menyusui

Sebagai ibu baru, salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri dan bayi Anda adalah mengkonsumsi makanan yang sehat.
Mungkin anda ingin segera menurunkan berat badan setelah melahirkan, namun setelah melahirkan anda justru perlu gizi untuk memulihkan diri. Teratur mengonsumsi makanan yang meningkatkan energi untuk ibu baru akan memberikan stamina yang Anda butuhkan untuk menjadi ibu terbaik yang Anda bisa.
Sebagai ibu menyusui, penting untuk mengetahui bahwa kualitas ASI Anda tetap hampir sama tidak peduli apa yang Anda makan. Itu karena jika Anda tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dari makanan Anda, tubuh Anda akan mengambil nutrisi tersebut dari “simpanan” Anda sendiri. Jadi untuk kesehatan Anda juga, pastikan Anda mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi Anda dengan mengonsumsi makanan bergizi.
Berikut adalah 12 makanan wajib bagi ibu menyusui. Tubuh dan bayi anda akan sangat berterimakasih bila anda rutin mengonsumsi makanan-makanan ini:

Ikan salmon

Tidak ada satu jenis makanan yang sempurna. Tapi salmon paling mendekati. Salah satu makanan terbaik untuk ibu menyusui, salmon, seperti ikan berlemak lainnya, sarat dengan jenis lemak yang disebut DHA. DHA sangat penting untuk perkembangan sistem saraf bayi Anda. Semua ASI mengandung DHA, tetapi tingkat nutrisi penting ini lebih tinggi dalam ASI wanita yang mendapatkan DHA tambahan dari makanan mereka.
DHA dalam ikan salmon juga dapat membantu mood Anda, sehingga mengurangi resiko terkena baby blues.

Produk susu rendah lemak

Yoghurt, susu, atau keju, yang manapun anda sukai tidak masalah, produk susu adalah bagian penting dari menyusui sehat. Selain menyediakan protein, vitamin B, dan vitamin D, produk susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik. Jika Anda menyusui, susu yang sarat dengan kalsium untuk membantu tulang bayi Anda berkembang, sehingga penting bagi Anda untuk makan kalsium yang cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda sendiri. Salah satu cara untuk melakukannya adalah untuk menyertakan setidaknya tiga cangkir susu setiap hari sebagai bagian dari menu makanan Anda.

Daging sapi tanpa lemak

Bila Anda sedang mencari makanan untuk meningkatkan energi Anda sebagai ibu baru, carilah makanan kaya zat besi, seperti daging tanpa lemak. Kekurangan zat besi dapat menguras tingkat energi Anda, sehingga sulit bagi Anda untuk bersaing dengan tuntutan bayi yang baru lahir.
Juga, ketika Anda menyusui, Anda perlu makan protein tambahan dan vitamin B-12. Daging sapi tanpa lemak merupakan sumber yang sangat baik untuk keduanya.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan, terutama yang berwarna gelap seperti kacang hitam dan kacang merah, adalah makanan untuk ibu menyusui yang sangat bermanfaat, terutama untuk vegetarian. Bukan saja mereka kaya akan zat besi tapi juga kaya akan protein berkualitas non-hewani, dengan harga yang tidak menguras kantong

Bluberi

Ibu menyusui harus mendapatkan dua atau lebih porsi buah atau jus setiap hari. Bluberi, kaya akan antioksidan, adalah pilihan yang sangat baik untuk membantu Anda memenuhi kebutuhan Anda. Buah ini kaya akan vitamin dan mineral dan karbohidrat dalam dosis yang sehat untuk menjaga tingkat energi Anda.

Beras coklat atau beras merah

Jika Anda ingin segera menurunkan berat badan setelah melahirkan, anda pasti akan mengurangi asupan karbohidrat Anda. Tapi kehilangan berat badan terlalu cepat menyebabkan Anda menghasilkan lebih sedikit ASI dan membuat Anda merasa lesu. Makanlah jenis karbohidrat yang sehat seperti beras coklat / beras merah atau roti gandum untuk menjaga tingkat energi anda.

Jeruk

Mudah ditemukan dimana-mana dan bergizi, jeruk sangat penting karena ibu menyusui membutuhkan vitamin C dosis tinggi, bahkan lebih banyak daripada ibu hamil. Tidak dapat menemukan waktu untuk duduk untuk mengupas jeruk? Minum jus jeruk memberikan manfaat yang sama. Beberapa jus jeruk yang dijual di supermarket sekarang bahkan telah diperkaya dengan kalsium, sehingga anda dapat memperoleh manfaat ganda.

Telur

Kuning telur adalah salah satu sumber alami vitamin D – nutrisi penting untuk menjaga tulang Anda kuat dan membantu tulang bayi Anda tumbuh. Selain itu telur adalah cara mudah untuk memenuhi kebutuhan protein harian Anda. Siapkan telur dadar untuk sarapan dengan roti gandum, atau tambahkan telur rebus pada soto anda saat makan siang.

Roti gandum (whole wheat bread)

Asam folat sangat penting untuk perkembangan bayi Anda pada tahap awal kehamilan. Selain itu, asam folat juga penting bagi bayi. Pastikan dalam ASI Anda mengandung cukup asam folat. Salah satu sumber terbaik dari asam folat adalah roti gandum, yang juga dapat menyumbangkan kebutuhan serat dan zat besi Anda.

Sayuran berwarna hijau

Banyak manfaat sayuran berwarna hijau seperti bayam, kangkung dan brokoli. Mereka sangat kaya dengan vitamin A, yang perlu bayi dapatkan dari ASI. Sayuran juga merupakan sumber kalsium non susu, vitamin C, zat besi, antioksidan dan rendah kalori.

Sereal / bubur gandum

Sarapan sehat dengan sereal gandum mampu membantu memberikan energi yang dibutuhkan setelah malam-malam panjang bergadang menjaga bayi. Tambahkan susu rendah lemak dan buah-buahan ke dalam sereal anda untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian anda.

Air

Dehidrasi menurunkan tingkat energi seseorang secara drastic. Untuk menjaga tingkat energi Anda dan produksi ASI, pastikan Anda tetap terhidrasi dengan baik. Variasikan pilihan Anda dalam memenuhi kebutuhan cairan dengan minum jus dan susu, tapi hindari minuman berkafein seperti kopi atau teh. Bila terpaksa, minum maksimum 2-3 cangkir saja. Kafein akan memasuki ASI anda dan bayi anda akan menjadi sulit tidur.


CONTOH SKRIPSI INFORMATIKA :
Anda dapat mendapatkan refrensi contoh program aplikasi skripsi informatika dan tesis ilmu komputer di http://www.bunafitkomputer.com, semoga bermanfaat.   

Prinsip dan Makanan yang Merupakan Gizi Ibu Hamil

Untuk bisa menjaga kesehatan ketika hamil, para calon ibu tentunya akan mencari berbagai informasi mengenai gizi ibu hamil yang tepat. Kunci paling utama untuk bisa menjaga kesehatan tubuh adalah dengan menjaga pola makanan secara benar.
Dan hal tersebut juga berlaku bagi wanita yang sedang hamil agar nantinya bisa mendapatkan kesehatan di kehamilannya. Kita tentu telah mengetahui bahwa manfaat dengan mengonsumsi makanan yang sehat maka yang dinikmatinya adalah kesehatan sang ibu juga sang janin.
Dalam ilmu gizi untuk ibu hamil, tentunya telah tercantum bahwa apa saja yang dikonsumsi oleh sang calon ibu juga akan berpengaruh pada perkembangan sang janin. Pilihlah jenis makanan yang sangat cocok atau sesuai dengan kebutuhan.
Dengan pola makan yang sehat serta mengetahui jenis makanan yang dibutuhkan maka hasil yang dirasakan sangatlah maksimal. Sebelum anda mulai memilah-milih jenis makanan yang nantinya akan dikonsumsi, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu prinsip makan sebagai penguat gizi ibu hamil yang tepat.

Prinsip Gizi Ibu Hamil yang Benar

Hal ini memang dianggap cukup memengaruhi hasil yang nantinya dicapai. Prinsip berikut dinilai sangat penting untuk diperhatikan sebagai tambahan pengetahuan di dalam gizi ibu hamil yang benar.
  • Jenis makanan berserat. Konsumsi jenis makanan berserat, sayuran dan buah-buahan dianggap bisa mencegah kontipasi selama anda mengalami kehamilan.
  • Berhenti berdiet. Masa-masa kehamilan tidak dianjurkan untuk berdiet. Penyebab utamanya adalah akan terjadi kurangnya konsumsi mineral dan vitamin penting untuk janin.
  • Pola makan harus dirubah. Tambahkan kandungan makanan yang bermineral, vitamin, kalori, dan protein.
  • Konsumsi vitamin secara teratur. Kandungan asam folat serta zat besi sangat berguna bagi perkembangan bayi yang sehat.
  • Makanan berbahaya juga dihindari. Kafein, alkohol, susu tanpa pasteurisasi, keju lunak, telur mentah, dan daging adalah sederetan nama jenis makanan yang disarankan tidak boleh dikonsumsi.
  • Minum air putih. Setidaknya dalam seharinya anda harus bisa meminum 8 gelas air putih agar antara calon ibu dengan janin tidak kekurangan cairan.

Gizi Ibu Hamil Dilihat dari Asupan Makanannya

Banyak orang mulai bertanya-tanya mengenai alasan utama asupan gizi ibu hamil juga harus diperhatikan ?. Jawaban yang paling tepat adalah untuk bisa menjaga keseimbangan tekanan darah yang dimiliki sang calon ibu. Berikut merupakan asupan gizi ibu hamil yang dianggap sangat tepat.

  1. Protein. Kandungannya utamanya untuk membangun sel-sel baru dalam tubuh janin.
  2. Zat besi. Menghindari kekurangan darah ketika melahirkan.
  3. Kalsium. Menguatkan tulang calon ibu agar kuat dalam menahan beban tubuh yang semakin berat.
  4. Kalori. Menghindari melambatnya pertumbuhan sang janin.
  5. Asam folat. Meningkatkan kualitas otak dalam pertumbuhannya.
  6. Serat. BAB bisa dilancarkan.
Jika ditelaah lebih mendalam, antara kondisi calon ibu dan janin memanglah seharusnya memiliki kadar gizi yang seimbang. Dan pada saat keduanya sudah memiliki kandungan gizi yang baik maka nantinya ketika proses mulai kehamilan sampai melahirkan terasa lebih lancar. Semoga pembahasan mengenai gizi ibu hamil ini sangat berguna terutama bagi calon ibu yang pada saat ini sedang merawat kehamilan pertamanya.

CONTOH SKRIPSI INFORMATIKA :
Anda dapat mendapatkan refrensi contoh program aplikasi skripsi informatika dan tesis ilmu komputer di http://www.bunafitkomputer.com, semoga bermanfaat.  

Kebutuhan Gizi Ibu Hamil

Ibu yang hamil memiliki kebutuhan gizi khusus. Beberapa kebutuhan gizi ibu hamil dapat dipenuhi oleh makanan sehat seimbang, namun terkadang diperlukan tambahan vitamin dan suplemen.
Berikut adalah zat-zat gizi yang dibutuhkan ibu hamil :
1. Kalori (energi)
Kebutuhan energi seorang ibu hamil meningkat. Energi dibutuhkan untuk pertumbuhan janin, pembentukan plasenta, pembuluh darah dan jaringan yang baru. Setiap harinya, ibu hamil memerlukan tambahan 300 kalori selama kehamilan. Akan tetapi, penambahan kebutuhan kalori ini hendaknya tidak membuat ibu hamil terlalu banyak makan.
2. Protein
Ibu hamil membutuhkan 75 gr protein setiap hari, atau 25 gr lebih banyak dari yang lain. Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan jaringan pada janin. Menambahkan protein ke dalam makanan merupakan cara yang efektif untuk menambah kalori sekaligus memenuhi kebutuhan protein. Protein bisa didapat dari produk hewani (daging, ikan, telur, susu dll) dan produk tumbuhan (tahu, tempe, kacang-kacangan, dll).
3. Asam Folat
Asam Folat merupakan vitamin B yang memegang peranan penting dalam perkembangan embrio, juga membantu mencegah cacat pada otak dan tulang belakang. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan kelahiran prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah dan pertumbuhan janin kurang. Ibu hamil membutuhkan 600 mg asam folat. Selain dari suplemen, asam folat dapat diperoleh dari sayuran berwarna hijau, jus jeruk, buncis, kacang-kacangan dan roti gandum.
4. Zat Besi
Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin yaitu protein di sel darah merah yang berperan membawa oksigen ke jaringan tubuh. Selama kehamilan, volume darah bertambah untuk menampung perubahan pada tubuh ibu dan pasokan darah bayi. Hal ini menyebabkan kebutuhan zat besi bertambah sekitar dua kali lipat. Jika kebutuhan zat besi tidak tercukupi, ibu hamil akan mudah lelah dan rentan infeksi, juga berresiko melahirkan bayi prematur dan berat badan lahir rendah. Kebutuhan zat besi selama kehamilan adalah 27 mg sehari. Secara alami, zat besi dapat diperoleh dari daging merah, ikan, unggas, kacang-kacangan.
5. Zat Seng
Dibutuhkan untuk menghindari resiko lahir prematur dan berat badan lahir rendah. Zat ini dapat ditemukan secara alami pada daging merah, gandum utuh, kacang-kacangan dan beberapa sereal sarapan yang telah difortifikasi zat seng. Kebutuhan zat seng adalah 25 mg sehari.
6. Kalsium
Janin mengumpulkan kalsium dari ibunya sekitar 25 sampai 30 mg sehari. Terlebih pada trimester ketiga kehamilan. Ibu hamil dan bayi membutuhkan kalsium untuk menguatkan tulang dan gigi. Selain itu, kalsium dibutuhkan untuk membantu pembuluh darah berkontraksi dan berdilatasi, juga untuk mengantarkan sinyal saraf, kontraksi otot dan sekresi hormon. Jika kebutuhan kalsium tidak terpenuhi dari makanan, maka kalsium yang dibutuhkan bayi aka diambil dari tulang ibu. Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah sekitar 1000 mg per hari. Sumber kalsium di antaranya berasal dari produk susu dan ikan teri.
7. Vitamin C
Setiap hari, ibu hamil disarankan mengonsumsi 85 mg vitamin C. Vitamin C merupakan antioksidan yang melindungi jaringan dari kerusakan dan dibutuhkan untuk membentuk kolagen dan menghantar sinyal kimia di otak. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Ibu dapat dengan mudah memperoleh vitamin C dari buah-buahan, seperti jeruk, tomat, jambu biji, dan lain-lain.
8. Vitamin A
Vitamin A memegang peranan penting dalam fungsi tubuh, termasuk fungsi penglihatan, imunitas, pertumbuhan dan perkembangan embrio. Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah. Vitamin A dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayur-sayuran berwarna merah, hijau atau kuning, mentega, susu, kuning telur dan lain-lain (sumber : medicastore.com).

CONTOH SKRIPSI INFORMATIKA :
Anda dapat mendapatkan refrensi contoh program aplikasi skripsi informatika dan tesis ilmu komputer di http://www.bunafitkomputer.com, semoga bermanfaat.   

Gizi dan Nutrisi Ibu Hamil

Gizi dan Nutrisi ibu hamil merupakan hal penting yang harus dipenuhi selama kehamilan berlangsung.  Resiko akan kesehatan janin yang sedang dikandung dan ibu yang mengandung akan berkurang jika ibu hamil mendapatkan gizi dan nutrisi yang seimbang. Oleh karena itu, keluarga dan ibu hamil haruslah memperhatikan mengenai hal ini. Gizi atau nutrisi ibu hamil kondisinya sama saja dengan pengaturan gizi mengenai pola makan yang sehat. Cuman saja, ibu hamil harus lebih hati-hati dalam memilih makanan karena mengingat juga kesehatan janin yang sedang dikandungnya.
Bersama dengan usia kehamilan yang terus bertambah, makan bertambah pula kebutuhan gizi dan nutrisi ibu hamil, khususnya ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua. Pada saat trimester kedua, janin tumbuh dengan sangat pesat, khususnya mengenai pertumbuhan otak berikut susunan syarafnya.
Nutrisi dan gizi yang baik ketika kehamilan berlangsung sangat membantu ibu hamil dan janin dalam menjalani hari-hari kehamilannya. Tentunya ibu hamil dan janin akan tetap sehat. Selama kehamilan, kebutuhan nutrisi akan meningkat sepeti kebutuhan akan kalsium, zat besi serta asam folat. Ibu hamil haruslah di beri dorongan agar mengkonsumsi makanan yang baik nan bergizi, ditambah kontrol terhadap kenaian berat badannya selama kehamilan berlangsung. Kenaikan berat badan yang ideal berkisar antar 12-15 kilogram.
Agar perkembangan janin berjalan dengan baik, dan ibu hamil dapat menjalani hari-hari kehamilannya dengan sehat, makan konsumsi ibu hamil harus mengandung gizi sebagai berikut:
Kalori. Selama kehamilan konsumsi kalori haruslah bertambah dikisaran 300-400 kkal perharinya. Kalori yang di dapat haruslah berasal dari sumber makanan yang bervariasi, dimana pola makan 4 sehat 5 sempurna harus sebagai acuannya. Baiknya, 55% kalori di peroleh dari umbi-umbian serta nasi sebagi sumber karbohidrat, lemak baik nabati maupun hewani sebanyak 35%, 10% dari protein dan sayuran serta buahan bisa melengkapi.
Asama Folat. Janin sangat membutuhkan asam folat dalam jumlah banyak guna pembentukan sel dan sistem syaraf. Selama trimester pertama janin akan membutuhkan tambahan asam folat sebanyak 400 mikrogram per harinya. Jika janin mengalami kekurangan akan asam folat, maka hal ini akan membuat perkembangan janin menjadi tidak sempurna dan dapat membuat janin terlahir dengan kelainan seperti mengalami anenchephaly (tanpa batok kepala), mengalami bibir sumbing dan menderita spina bifda (kondisi dimana tulang belakang tidak tersambung). Asam folat yang bisa di dapat pada buah-buahan, beras merah dan sayuran hijau.
Protein. Selain menjadi sumber bagi kalori dan zat pembangun, pembentukan darah dan sel merupakan salah satu fungsi protein. Protein dibutuhkan oleh ibu hamil dengan jumlah sekitar 60 gram setiap harinya atau 10 gram lebih banyak dari biasanya. Protein bisa didapatkan dari kacang-kacangan, tempe, putih telur, daging dan tahu.
Kalsium. Berfungsi dalam pertumbuhan dan pembentukan gigi dan tulang janin. Dengan ada kalsium yang cukup selama kehamilan, ibu hamil dapat terhindar dari penyakit osteoporosis. Kenapa hal ini bisa terjadi? karena jika ibu hamil tidak memiliki kalsium yang cukup, maka kebutuhan janin akan kalsium akan diambil dari tulang ibunya. Susu dan produk olahan lainnya merupakan sumber kalsium yang baik, selain kalsium, susu memiliki kandungan vitamin lain yang dibutuhkan ibu hamil, seerti vitamin A, Vitamin D, Vitamin B2 vitamin B3 dan vitamin C. Selain dari susu, kacang-kacangan dan sayuran hijau merupakan sumber kalsium yang baik juga.
Vitamin A. Sangat bermanfaat bagi pemeliharaan fungsi mata, pertumbuhan tulang dan kulit. Selain itu vitamin A juga berfungsi sebagai imunitas dan pertumbuhan janin. Namun meskiun vitamin A sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, namun jangan samapi berlebih dalam mengkonsumsinya, karena jika ibu hamil mengalami kelebihan vitamin A hal ini dapat membuat janin terganggu pertumbuhannya.
Zat Besi. Berfungsi di dalam pembentukan darah terutama membentuk sel darah merah hemoglobin dan mengurangi resiko ibu hamil terkena anemia. Zat besi akan diperlukan pada saat kehamilan memasuki usia 20 minggu. Kebutuhan akan zat besi sebanyak 30 mg per harinya. Zat besi dapat diperoleh pada hati, daging atau ikan.
Vitamin C. Tubuh ibu hamil memerlukan vitamin C guna menyerap zat besi. Selain itu vitamin C sangat baik guna kesehatan gusi dan gigi. Fungsi lain dari vitamin C adalah melindungi jaringan dari organ tubuh dari bberbagai macam kerusakan serta memberikan otak berupa sinyal kimia, hal terjadi karena vitamin C banyak mengandung antioksidan.
Vitamin D. Dapat meneyerap kalsium sehingga sangat bermanfaat dalam pembentukan dan pertumbuhan tulang bayi. Vitamin D dapat di dapat dari sumber makanan, susu, kuning telur atau hati ikan.
Jika ibu hamil tidak mengalami berbagai macam gejala seperti anemia, gusi berdarah dan gejala lainnya, maka ibu hamil tersebut dapat dikatakan telah mencukupi kebutuhan akan gizi dan nutrisinya. Hal yang lebih penting untuk mengecek kecukupan nutrisi selama kehamilan adalah tentunya melalui perkembangan berat badan selama kehamilan. Tentunya kenaikan berat badan berbeda-beda tiap bulannya. (Baca: Berat Badan Ideal Selama Kehamilan).
Namun bagaimana jika selama kehamilan ibu hamil mengalami kekurangan asupan gizi? maka hal ini bisa berdampak pada terjadinya bayi terlahir secara prematur, mengakibatkan keguguran, adanya kelainan bayi dalam sistem syarafnya, janin berkembang tidak normal, bahkan hingga menyebabkan kematian janin. Jadi, perhatikan betul mengenai asupan gizi selama kehamilan, yang perlu diingat, janganlah memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi karena kuantitas, tapi gizi yang berkualitas dengan komposisi yang berimbang dan cukup, itu yang terpenting.

CONTOH SKRIPSI INFORMATIKA :
Anda dapat mendapatkan refrensi contoh program aplikasi skripsi informatika dan tesis ilmu komputer di http://www.bunafitkomputer.com, semoga bermanfaat.